Senin, 06 Agustus 2007

Hati-hati jika menerima SMS Hadiah Pulsa !!!

Transformasi SMS Tipu

Hati-hati jika menerima SMS Hadiah Pulsa !!!

Ibaratnya Ultimus Prime, akhir-akhir ini SMS tipu juga mengalami transformasi. Bedanya kalau Ultimus Prime bertransformasi dari Robot menjadi Truk, sedangkan SMS tipu bertransformasi dari penipuan mendapatkan undian uang menjadi mendapatkan pulsa gratis. Kalau SMS Tipu undian uang membutuhkan usaha yang lebih keras dan panjang dari penipu karena harus menggiring korban untuk mengirimkan uang melalui ATM, sedangkan SMS Tipu Transfer Pulsa adalah penipuan untuk menguras pulsa telepon korban. Dan sasarannya, lagi-lagi anda yang mengharapkan mendapatkan barang gratisan, hadiah atau undian dan kalau anda tergiur dan terjebak pada SMS tipu tersebut, hanya dengan memasukkan kode tertentu atau mengirimkan SMS dengan kode tertentu, Sim Salabim !!! …… Pulsa anda akan lenyap. Kali ini yang mendapatkan giliran untuk “dikerjai” adalah fitur Transfer Pulsa yang marak disediakan provider seluler Indonesia.

Manfaat Transfer Pulsa

Transfer pulsa sebenarnya merupakan satu fitur yang cukup berguna pengguna seluler, khususnya yang menggunakan kartu isi ulang / Pra Bayar (yang persentase penggunanya mencapai 95 % dari seluruh pelanggan seluler dibandingkan pengguna Pasca Bayar yang hanya 5 %) terkadang dapat membantu jika sedang Tongpes (kantong kempes) tetapi membutuhkan pulsa untuk berkomunikasi. Pemilik handphone dari provider yang sama dapat mengirimi anda pulsa hanya dengan mengirimkan kode tertentu melalui handphoneya.

Dalam implementasi lain, transfer pulsa juga berguna bagi orangtua yang anaknya sekolah diluar kota, dimana pulsa dapat diberikan secara instan tanpa perlu membeli kartu isi ulang atau ke ATM / internet untuk mengisi pulsa dan jika terjadi hal yang mendadak / darurat transfer pulsa dapat dilakukan tanpa mengenal waktu (1 X 24 jam). Lebih mudah daripada mencari toko handphone untuk membeli kartu isi ulang atau mencari ATM di tengah malam untuk membeli pulsa, yang anda temui mungkin abang mie tek tek yang sampai saat ini masih jarang yang berjualan kartu isi ulang.

Kenyamanan VS Keamanan

Sudah menjadi kenyataan dalam praktek pengamanan transaksi bahwa kenyamanan berbanding terbalik dengan keamanan. Pada awalnya, keamanan menjadi prioritas bagi para provider dalam memberikan fitur transfer pulsa dimana untuk melakukan transaksi ini, pelanggan harus mendaftarkan nomor telepon selulernya terlebih dahulu dan memasukkan PIN setiap kali melakukan transfer pulsa. Beberapa provider bahkan menerapkan masa tunggu 1 hari untuk mengaktifkan fitur ini sehingga transaksi transfer pulsa berjalan relative aman.

Tetapi rupanya hal ini kurang nyaman sehingga dampak dan penetrasi transfer pulsa ini kurang maksimal karena prosesnya “dianggap” rumit oleh pengguna seluler sehingga kurang populer. Karena itu proses transfer pulsa ini kemudian dipermudah dan beberapa provider mulai menerapkan mekanisme baru seperti menghapuskan proses registrasi, PIN dan masa tunggu. Jadi sekarang banyak provider yang menerapkan secara instan kartu isi ulang sudah mampu melakukan transfer pulsa tanpa memerlukan registrasi, PIN atau masa tunggu. Jelas nyaman dan popularitas transfer pulsa meningkat. Tetapi jangan lupa akan hukum di dunia sekuriti, kalau mudah dan nyaman ….. cenderung kurang aman. Karena popularitas dan kemudahan transfer pulsa ini, maka memancing pihak-pihak yang ingin mendapatkan keuntungan instan memanfaatkan celah yang muncul dari transaksi ini.

Jika anda bisa “membujuk” pengguna seluler yang sama untuk memasukkan kode-kode tertentu dengan tujuan nomor handphone anda, maka keuntungan berlipat ganda menjadi milik anda. Sebagai gambaran, dengan modal satu buah SMS Rp. 350,- yang berhasil mengelabui penerima SMS Tipu Pulsa untuk mengirimkan pulsa Rp. 200.000,-, maka keuntungan yang didapatkan adalah sebesar 571 kali atau 57.100 %. Usaha apa yang bisa menandingi keuntungan sebesar ini ?

Karena itulah maka gelombang SMS Tipu yang tadinya menggunakan rekayasa Menang Undian Berhadiah Tunai dan membujuk korbannya untuk melakukan transfer pajak undian ke rekening BCA penipu rame-rame beralih ke SMS Tipu Hadiah Pulsa. Ada beberapa alasan perubahan ini :

1. SMS Tipu menang undian uang sudah usang sudah sulit mencari korbannya.

2. SMS Tipu menang undian mensyaratkan korbannya memiliki rekening bank / ATM sehingga target korban relatif sedikit dibandingkan SMS Tipu Hadiah Pulsa dimana hampir semua pemegang ponsel merupakan korban potensial SMS Tipu ini.

3. Nominal kerugian SMS Tipu Hadiah Pulsa ini relatif kecil, berkisar dari Rp. 100.000,- s/d 300.000,- sehingga korbannya akan cenderung malas untuk melaporkan hal ini dan menerima saja kerugian yang di deritanya. Korban tertentu yang sedemikian Gapteknya bahkan mungkin tidak sadar atau bingung .... bukannya pulsa saya nambah... dapat hadiah pulsa kok malahan pulsa jadi berkurang :(.

Contoh SMS Tipu Hadiah Pulsa

1. +6281354735267

Simcard!!Anda mendpt bonus pulsa otomatis 200.000 dari TELKOMSELpoin

Utk mengecek HUB:

*858*081354735267*20# lalu tekan

Pengirim:

+777

2. Anda mendptkan

penambahan pulsa

Rp. 200.000 dari

simPATI ekstra

Cara utk aktifkan

Tkn *858*081342132082*20#

Lalu tkn OK/yes

Pengirim:

+858

3. http://learningtoread.wordpress.com/2007/05/

4. From : +62813881005**
(M~KI@S)Anda Mendptkan Bonus Pulsa Rp200.000 Dr: TELKOMSELpoin U/mengaktifkan Pulsa Anda Silahkan ketik:
*858*081388100593*10#

Pengirim:
TELKOMSEL

5. From : TELK@MSEL
(M~KI@S)Pelanggan,Yth!
Bonus pulsa Rp400,000;
Resmi diberikan U/pemilik No,simPATI 08132050XXXX U/mengaktifkan Tekan:
*858*081316130413*30# lalu tekan OK/yes.pastikan anda melakukan pengisian ulang 50rb atau sisa pulsa anda minimal 50rb sebelum memasukkannya.

Sumber 4 dan 5 : http://orangculun.wordpress.com/2007/06/18/trik-penipuan-transfer-pulsa-telkomsel/

Jika dilihat sekilas, pesan SMS nomor 1 – 4 terhitung standar dan kemungkinan dikirim menggunakan kartu perdana yang baru dibeli. Hal ini dapat terlihat dari nomor HP pengirim (From:) yang menampilkan nomor telepon pengirim. Pengirimnya memang “berusaha” meyakinkan penerimanya bahwa pesan ini benar dari provider dengan memasukkan kata “Pengirim :” +777, + 858, TELKOMSEL dan (M~KI@S) pada bagian awal atau akhir dari pesan SMS (tetapi sedihnya, dengan trik “anak kecil juga bisa” seperti ini korbannya tetap berjatuhan). Tetapi bagian “From : “ tidak bisa dimanipulasi oleh pengirim SMS. TETAPI lihat SMS ke lima, bagian From : berhasil dipalsukan oleh pengirim. Kemungkinan SMS ini dikirim dari SMS server yang memperbolehkan pengirimnya untuk merubah data pengirim (From:), hal yang sangat tabu dalam dunia sekuriti dan sebenarnya tidak sulit bagi provider jika ingin mencegah penyalahgunaan namanya tetapi sangat disayangkan hal ini masih tetap terjadi dan yang mengalami kerugian terbesar dari rekayasa ini tentunya pelanggan provider yang bersangkutan yang menjadi korban.

Satu hal yang memastikan bahwa 5 SMS yang dikirim tersebut adalah SMS Tipu adalah semua SMS di atas ada kalimat :

U/ mengaktifkan tekan *858*0813bla..bla..bla*300# lalu tekan OK/yes

Seperti kita ketahui :

· *858* adalah fitur untuk mengirimkan pulsa

· 0813bla...bla..bla.. adalah nomor HP yang akan menerima pulsa yang akan dikirim (harusnya ini merupakan nomor HP penipu yang telah dipersiapkan terlebih dahulu)

· *30# adalah nominal pulsa yang ditransfer (dalam ribuan), jadi angka 30 menunjukkan pulsa yang akan ditransfer adalah Rp. 300.000,- (300 X Rp. 1.000,-).

Sedikit gambaran perintah yang digunakan beberapa provider seluler di Indonesia untuk transfer pulsa adalah sebagai berikut :

1. Simpati Transfer Pulsa http://www.telkomsel.com/web/sp_trans_pulsa :

*858*nomor tujuan*nilai transfer# tekan OK atau Call

Contoh untuk pengiriman nominal Rp. 10 ribu :
*858*081310300027*10# tekan ok atau call

2. XL Bagi Pulsa http://www.xl.co.id/layanan/Layanan_Nilai_Tambah/Bagi_Pulsa/

Ketik BAGI (nomor XL yang dituju) (nominal)

kirim ke 168
Contoh: BAGI 0817xxxxxx 1500

3. M2M Transfer Pulsa (Mentari) http://www.klub-mentari.com/info_produk.php?mode=m2m

Ketik : TP

Kirim ke 151
Contoh
TP 08151234567 5000 Kirim ke 151

Tentunya anda bertanya-tanya, apakah aksi tipu transfer pulsa ini hanya melanda provider nomor 1 saja ? Jawaban atas pertanyaan ini sudah jelas, TIDAK. Tetapi memang kalau mayoritas melanda satu provider tentu ada sebabnya. Sebagai perbandingan, jika virus mayoritas menyerang OS Microsoft dan salah satu penyebabnya adalah karena OS ini merupakan OS yang paling populer dimuka bumi ini. Maka pameo ini mungkin juga berlaku dimana provider yang paling banyak diserang adalah provider yang memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia dan penyebaran jaringannya (coverage) paling merata diseluruh Indonesia. Penyebaran yang merata ini memudahkan penipu untuk melancarkan aksinya karena informasi aksi tipu-tipu akan lebih lambat sampai ke pelosok daripada di kota-kota besar.

Disamping itu, jika kita melakukan analisa simple terhadap cara / metode untuk melakukan transfer pulsa, maka dapat diambil kesimpulan bahwa metode provider pertama dapat dikatakan relatif lebih mudah untuk dieksploitasi / digunakan sebagai sarana SMS Tipu Hadiah Pulsa. Adapun sebabnya adalah sebagai berikut :

1. Kode transfer pulsa menggunakan kode *858* dan bukan BAGI atau TP. Tentunya lebih mudah bagi manusia yang pernah belajar Bahasa Indonesia untuk mengira-ngira bahwa kata BAGI dan TP berhubungan dengan Transfer Pulsa daripada angka *858*, angka *858* mengingatkan penulis pada agen rahasia Inggris (kakaknya :P). Walaupun sebaiknya penulis menyarankan semua provider untuk menggunakan kata baku “Transfer Pulsa”.

2. Nominal transfer pulsa provider satu dalam kelipatan 1.000, dan diapit oleh * dan #, bandingkan dengan provider 2 dan 3 yang menggunakan nominal penuh (full amount) tanpa tambahan lambang * atau #.

Bagaimana menyikapi SMS Tipu Hadiah Pulsa

Bila anda pengguna seluler biasa, saran kami mungkin tidak berlaku hanya untuk menghindari menjadi korban SMS Tipu Hadiah Pulsa saja, tetpai juga hadiah-hadiah lainnya. JANGAN MUDAH PERCAYA dan selalu lakukan Cross Check ke pihak yang berkompeten jika anda mendapatkan konfirmasi dari manapun bahwa anda memenangkan hadiah atau undian (jangan cross check ke nomor yang mengirimkan SMS Palsu tetap cross check ke nomor call center provider anda). Jika pengirim informasi hadiah mendesak anda dan mengatakan bahwa waktunya mepet dan anda harus segera mengirimkan uang atau apapun, itu hanya trik supaya anda (yang sudah diawang-awang karena merasa menang undian) menjadi gelap mata (kehilangan rasio) dan melakukan apa yang diperintahkannya.

Mendapatkan barang gratis memang menyenangkan, tetapi apakah tidak menyenangkan kalau anda mendapatkan suatu barang / uang karena usaha anda ? (Mohon maaf, saya tidak bermaksud menyaingi Aa Gym).

Bagi provider seluler, seharusnya belajar dari pengalaman masa lalu dimana penipu berusaha memanfaatkan kelemahan sistem. Salah satu “dosa” provider seluler adalah membolehkan bagian pengirim atau “From :” dirubah oleh pengirim SMS. Seharusnya provider melakukan bloking atas setiap pesan yang menggunakan “From :” dari pengirim yang berpotensial disalah gunakan seperti : nama provider, nama bank, nomor call center provider atau nomor penting lainnya. Kalau provider mau lebih proaktif, sebenarnya format pesan tipu-tipu ini dapat diblok dengan program yang mirip antispam di mailserver. Tetapi ini merupakan antispam untuk SMS server provider .... tetapi memang hal ini membutuhkan usaha berkelanjutan dan tidak memberikan keuntungan bagi provider.

Selain itu, format perintah untuk setiap transaksi harusnya dipertimbangkan masak-masak dan menghindari semaksimal mungkin dimanfaatkan untuk mengeksploitasi pengguna-pengguna seluler langganannya yang notabene seharusnya dilindungi olehnya.

Salah satu hal yang dapat membantu mengurangi SMS Tipu Transfer Pulsa ini adalah dengan menggunakan kata baku “Tranfer Pulsa” sebagai format perintah baku untuk Transfer Pulsa dan bukannya *858* atau BAGI atau TP atau TR. Hal ini tidak memerlukan biaya tinggi, tidak merusak pangsa pasar anda, malahan menunjukkan keperdulian terhadap pelanggan anda.

Salam,

Alfons Tanujaya (Aa Tan)

bagaimana pendapat saudara mengenai artikel berikut ini?

Indonesia Belum Mau Kirim Contoh Virus H5N1
Senin, 23 April 2007 | 12:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Hingga kini Indonesia belum bersedia mengirim sampel virus H5N1 ke laboratorium milik World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan Indonesia tak akan mengirim sampel virus penyebab flu burung itu sampai Badan Kesehatan menyetujui permintaan Indonesia.

"Kalau mereka mau (dikirimi sampel), ya harus dengan perjanjian," katanya di Gedung Departemen Kesehatan, Jakarta, Senin (23/4).

Padahal, pada 27 Maret lalu, pemerintah dan Badan Kesehatan Dunia mencapai kesepakatan pengiriman contoh virus flu burung. Kesepakatan itu pun tertuang dalam Deklarasi Jakarta yang ditandatangani negara-negara anggota Badan Kesehatan, sehari setelah kesepakatan dicapai.

"Kami akan secepatnya mengirim virus ke WHO," kata Menteri Kesehatan waktu itu.

Sebelumnya, Indonesia menolak mengirimkan contoh virus H5N1 ke badan kesehatan. Alasannya, contoh virus digunakan oleh negara-negara lain untuk membuat vaksin tanpa izin dari Indoensia. Padahal pemerintah tak mengizinkan virus dikomersialkan.

Dalam Deklarasi Jakarta, Indonesia mensyaratkan ada komitmen dari Badan Kesehatan untuk tak menyalahgunakan virus yang dikirim.

Persyaratan itu, kata Siti, akan dibahas dalam pertemuan world health assembly bulan Mei mendatang. Siti optimistis, pesyaratan itu akan disetujui. Alasannya, posisi tawar Indonesia dalam mengajukan syarat cukup kuat. "Yang punya barangnya (contoh virus) kan kita," katanya.

Apalagi, jelas Siti, negara-negara berkembang yang memiliki virus juga mendukung langkah Indonesia. Misalnya Vietnam dan Thailand. "Mereka berada di belakang Indonesia," katanya.

Siti berkeras, Indonesia tak akan mengirimkan contoh virus selama Badan Kesehatan belum menyetujui syarat dari Indonesia. "Kalau mereka tidak setuju, virus tak akan dikirim," katanya. Pramono

aku jan paling sepet, sengit oleh pirus sing nyerang data.....mbok nek duwe utek rodo pinter sithik mbok nggaweo program sing manpangate isok dinggo wong akeh, kan lumayan itung2 ngamal dadi keno nggo tabungan nek wis ra iso weruh ndunyo!

iki artikele mas Aa Tan seko info@vaksin.com
mugo2 wae akeh manfaate


Perkembangan Virus Lokal di Indonesia

Tidak seperti team sepakbola yang tidak mampu berbicara banyak di level regional dan terkadang atlit sepakbola malah memperlihatkan bakat lain di lapangan sepakbola seperti bakat taekwondo (menendangi wasit) dan bakat boxing (meninju lawan mainnya). Maka virus lokal di Indonesia sudah mampu menjadi tuan di rumah sendiri dan berbicara cukup nyaring di negara-negara lain. Jika sebelum tahun 2005, kiprah virus lokal masih “nyaris tak terdengar” dan tahun 2006 merupakan tahun virus lokal Indonesia merajai penyebaran virus di tanah air. Maka tahun 2007 trend tersebut makin menjadi-jadi. Sampai bulan April 2007, virus yang di”impor” oleh Indonesia adalah Viking / Looked.PE yang berasal dari Cina dan dibuat untuk mencuri data game online dan beberapa virus yang menyebar melalui email. Tetapi secara umum, masalah virus utama yang dihadapi oleh komunitas pengguna komputer di tanah air adalah virus lokal. Kreativitas pembuat virus lokal sangat tinggi, walaupun senjatanya terbatas dan hanya mampu melakukan pemrograman dengan Visual Basic, namun 1001 akal digunakan untuk menutupi kelemahan Visual Basic ini dan beberapa aksi baru dan orisinal dikeluarkan seperti membuat virus otomatis berjalan setiap kali pengguna komputer mencolokkan Flash Disk pada komputernya. Beberapa virus lain melakukan aksi yang sangat merepotkan dengan mengunci komputer selalu pada menu logon (sekalipun username dan password yang benar sudah dimasukkan) sehingga pembersihan hanya dapat dilakukan menggunakan Mini PE atau melepaskan harddisk korban menjadi slave pada komputer lain. Satu hal yang cukup berbahaya dan patus diwaspadai adalah aksi virus mengubah host file pada komputer korbannya yang jika disalahgunakan dan digabungkan dengan pembuatan website palsu akan mampu menembus pengamanan pada internet banking, sekalipun yang menggunakan T-FA (Two Factor Authentication) atau yang di Indonesia dikenal dengan nama pengamanan Token / kalkulator PIN.

MSVBVM60.DLL

Vaksincom banyak sekali mendapatkan permintaan solusi virus lokal dari Asia Tenggara (Malaysia, Filipina), Eropa (Perancis, Inggris) dan Amerika karena penyebaran virus Indonesia ternyata sudah sampai ke mancanegara dan antivirus dan team supportnya tidak mampu mengatasi aksi yang dilakukan oleh virus lokal yang terkadang membingungkan sekalipun untuk pengguna komputer yang cukup mahir. Pada umumnya virus lokal masih dibuat menggunakan bahasa pemrograman “sejuta umat” Visual Basic dengan beberapa ciri khas dan kelemahan sehingga “relatif” lebih mudah dibasmi jika kita mampu mengakses file utama yang diperlukan untuk menjalankan Visual Basic...... MSVBVM60.DLL. Tetapi, keterbatasan ini tidak menjadikan virus lokal yang dibuat kehilangan gregetnya karena beberapa pembuat virus menyadari kelemahan bahasa Visual Basic ini dan ibarat Rambo yang hanya dibekali dengan pisau belati dan panah dapat mengalahkan musuhnya yang menggunakan senjata api dan helikopter tempur. Pembuat virus dengan Visual Basic ini berusaha mengatasi kelemahan yang ada dengan melakukan backup atas file MSVBVM60.DLL pada direktori lain dan akan melakukan otomatis loading jika MSVBVM60.DLL dihapus. Beberapa programmer yang menguasai bahasa pemrograman lain menggunakan kelemahan ini untuk menyerang virus “saingannya” yang dibuat dengan Visual Basic dengan menghapus file MSVBVM60.DLL dalam aksinya dan menulis virusnya dalam bahasa seperti C++. Ibarat orang Jawa yang selalu berpikiran positif, masih “untung” belum ada programmer Java atau assembly yang “turun gunung” ikut membuat virus mengingat Bahasa Java merupakan bahasa universal yang dapat dijalankan multi platform dan Assembly adalah bahasa dewanya komputer namum sangat sulit dikuasai, tidak seperti Visual Basic yang terkadang proses membuat virus hanya membutuhkan copy and paste coding yang sudah ada dan kompilasi (compile) berkali-kali agar sulit di deteksi program antivirus. Karena kelemahannya yang tergantung pada MSVBVM60.DLL ini, cepat atau lambat cara efektif untuk mengatasi virus yang dibuat dalam bahasa Visual Basic ini akan ditemukan sehingga mayoritas virus lokal yang ditulis menggunakan Visual Basic ini akan mampu diatasi dengan sekali sapu tanpa perlu mengandalkan deteksi sekalipun.

Lagu Wajib

Beberapa aksi “wajib” yang dilakukan virus lokal adalah memalsukan icon virus (application) menjadi icon lain, jika di tahun 2006 icon favorit yang dipalsukan adalah icon MS Word, maka di tahun 2007 terjadi pergeseran dimana icon favorit yang paling sering dipalsukan adalah icon folder. Lebih canggih lagi, virus dengan icon folder yang jika diperhatikan dengan teliti file typenya “application” pada generasi berikutnya ikut sempurnakan menjadi “file folder”.

Beberapa virus yang cukup merepotkan seperti dikemukakan diatas, melakukan aksi dengan mengunci komputer pada menu logon sehingga sekalipun pengguna komputer sudah memasukkan Username dan Password yang benar, komputer tetap akan menolak untuk logon dan tetap meminta username dan password. Celakanya, hal ini tetap terjadi sekalipun komputer di start dalam Safemode atau Safemode with Command Prompt. Untuk memperbaiki masalah ini, cukup repot karena harus mengakses harddisk dari luar OS dan alternatifnya hanya melepaskan harddisk dan menjadikan sebagai slave di komputer lain, atau menggunakan aplikasi independen seperti NTFS for Dos, Bart PE atau Mini PE.

Aksi lain yang menjadi “lagu wajib” virus lokal adalah blok aplikasi maintenance windows yang biasa digunakan untuk menganalisa aktivitas virus seperti blok pada aplikasi Task Manager, Regedit, MSConfig, Command Prompt, Folder Options, System Restore, Notepad, Shutdown, Run, Find, MSI Installer dan Klik kanan mouse. Fitur yang paling sering di aktifkan adalah Folder Options, dimana komputer korban virus akan di set untuk “Do not show hidden files and folders” (selalu menyembunyikan file dan folder hidden, biasanya file sistem) dan karena virus ini memberikan atribut sistem pada filenya sehingga akan ikut disembunyikan (tidak tampak pada Windows Explorer), selain itu fitur “Hide extentions for known type” dan “Hide protected operating system files” juga diaktifkan untuk menyempurnakan penyamarannya.

Selain itu aplikasi sekuriti seperti firewall windows, antivirus favorit dan tools utility independen seperti Process Explorer, I Know Process juga ikut menjadi program favorit yang diblok oleh virus.

Beberapa virus lokal yang paling ganas di kuartal pertama tahun 2007 dan ciri-cirinya

  1. Babon, 49 KB, mengubah properties dan AM/PM pada jam menjadi tulisan Babo
  2. Aksika (4k51k4), 45 KB, membuat backup MSVBVM60.DLL. disable System Restore, aktif di normal mode, Safemode dan Safemode with Command Promp
  3. Coolface, 78 KB, virus Bangka yang ditulis dalam bahasa C++ dan berusaha membasmi semua virus Visual Basic dengan menghapus file MSVBVM60.DLL
  4. KillAV, 22 KB, menyembunyikan semua file MS word dan mengganti dengan dirinya.
  5. Pendekar Blank, 34 KB, menyembunyikan folder C:\Windows\System32 dan membuat file duplikat sesuai dengan nama folder yang disembunyikan [system32.exe], membackup MSVBVM60.dll di C:\WINDOWS\system32\dllChache, manipulasi file .com dan .txt sehingga setiap kali dijalankan akan menjalankan virus
  6. Pacaran, 59 KB, mengubah icon file “non virus” di komputer korban menjadi folder dan file type application sehingga dikira virus oleh pengguna komputer dan dihapus (MP3, txt, reg file, jpeg, inf dan exe), membackup dirinya dengan selalu menjaga keberadaan MSVBVM60.dll, manipulasi Host file, menyembunyikan drive dan folder, merubah Type file “File Folder”, MP3, JPEG menjadi W32.Pacaran
  7. Blue Fantasy, 40 KB, otomatis menginfeksi dari Flash Disk, menyembunyikan folder dan menggantikan dengan file virus duplikat dengan icon folder.