Indonesia Belum Mau Kirim Contoh Virus H5N1
Senin, 23 April 2007 | 12:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Hingga kini Indonesia belum bersedia mengirim sampel virus H5N1 ke laboratorium milik World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia.
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan Indonesia tak akan mengirim sampel virus penyebab flu burung itu sampai Badan Kesehatan menyetujui permintaan Indonesia.
"Kalau mereka mau (dikirimi sampel), ya harus dengan perjanjian," katanya di Gedung Departemen Kesehatan, Jakarta, Senin (23/4).
Padahal, pada 27 Maret lalu, pemerintah dan Badan Kesehatan Dunia mencapai kesepakatan pengiriman contoh virus flu burung. Kesepakatan itu pun tertuang dalam Deklarasi Jakarta yang ditandatangani negara-negara anggota Badan Kesehatan, sehari setelah kesepakatan dicapai.
"Kami akan secepatnya mengirim virus ke WHO," kata Menteri Kesehatan waktu itu.
Sebelumnya, Indonesia menolak mengirimkan contoh virus H5N1 ke badan kesehatan. Alasannya, contoh virus digunakan oleh negara-negara lain untuk membuat vaksin tanpa izin dari Indoensia. Padahal pemerintah tak mengizinkan virus dikomersialkan.
Dalam Deklarasi Jakarta, Indonesia mensyaratkan ada komitmen dari Badan Kesehatan untuk tak menyalahgunakan virus yang dikirim.
Persyaratan itu, kata Siti, akan dibahas dalam pertemuan world health assembly bulan Mei mendatang. Siti optimistis, pesyaratan itu akan disetujui. Alasannya, posisi tawar Indonesia dalam mengajukan syarat cukup kuat. "Yang punya barangnya (contoh virus) kan kita," katanya.
Apalagi, jelas Siti, negara-negara berkembang yang memiliki virus juga mendukung langkah Indonesia. Misalnya Vietnam dan Thailand. "Mereka berada di belakang Indonesia," katanya.
Siti berkeras, Indonesia tak akan mengirimkan contoh virus selama Badan Kesehatan belum menyetujui syarat dari Indonesia. "Kalau mereka tidak setuju, virus tak akan dikirim," katanya. Pramono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar